Saya mengenal Bu Ana dan Klinik Perhati sejak awal Januari 2018 melalui postingan di akun instagram @gethappy.id, sebuah komunitas yang berbagi informasi dan edukasi mengenai kesehatan mental. Postingan tersebut menjelaskan bahwa Klinik Perhati sedang mencari partisipan untuk riset Generalized Anxiety Disorder (GAD) dan mendapatkan penanganan berupa Psikoterapi Sandplay. Merasa kriteria yang disebutkan sesuai dengan diri saya, tanpa ragu saya pun langsung menghubungi contact person-nya.

Saya merasa bagai orang kantuk disodori bantal, mendapatkan sesuatu yang diinginkan dan dibutuhkan. Pasalnya, saya merasa sangat kacau dan membutuhkan pertolongan saat itu. Saya begitu pencemas dan gelisah, mudah tersinggung, hingga susah mengontrol emosi. Hal ini pun membuat hubungan saya dengan keluarga, sahabat dan rekan sekerja menjadi berantakan. Sempat hal tersebut membuat saya terus mengisolasi diri di kamar dan berencana untuk resign. Pada pertengahan bulan Desember 2017, saya pun sudah mencoba memberanikan diri untuk konseling di Yayasan Pulih karena terus dihantui pikiran suicidal setiap kali merasa melakukan kesalahan karena kerap merasa tidak berharga. Saat itu saya didiagnosis depresi kronis dan diterapi dengan brainspotting satu kali sesi, namun ragu melanjutkan karena ditangani oleh psikolog laki-laki. Entah kenapa saya merasa sungkan jika bercerita kepada lawan jenis. Long story short, setelah diasesmen oleh Bu Ana dan terpilih jadi partisipan karena memenuhi kriteria GAD tingkat severe, saya pun fokus mengikuti terapi yang ditawarkan oleh Klinik Perhati.

Sebagai partisipan kelompok kontrol, setelah menjalani MRS yang pertama, saya tidak langsung mendapat sandplay. Rasanya saat itu kondisi saya makin memburuk, dan terbukti di hasil MRS yang kedua yang dilaksanakan selang 45 hari pasca MRS pertama. Pada awal Maret 2018, akhirnya saya pun dapat menjalani sandplay yang pertama. Sempat merasa malas dan skeptis di awal mengetahui bahwa saya harus menempuh jarak 37 km sekali jalan dari Pondok Gede ke Pluit hanya untuk bermain pasir. Akan tetapi, hal tersebut kemudian saya nikmati seiring mengikuti sesi-sesi terapi berikutnya.

Dari mendapat pertanyaan, “Bagaimana kabarmu?” dan diminta memilih satu kartu yang mewakili diri setiap mengawali sesinya, saya belajar untuk lebih memahami kondisi psikis dan fisik saya setiap harinya alih-alih hanya asal menjawab baik seperti yang biasa saya katakan. Saya pun sangat menikmati kegiatan sandplay karena bisa bercerita tentang apapun yang saya pikirkan dengan cara yang fun. Dan yang terpenting bagi saya dalam menjalani rangkaian terapi ini adalah kehadiran Bu Ana. Saya merasa benar-benar didengarkan oleh Bu Ana dan mendapatkan berbagai insight melalui obrolan kami. Terkadang Bu Ana juga memberi saya PR yang membantu saya untuk melakukan refleksi diri. Oleh karenanya, seiring dengan mengikuti 18 sesi sandplay ini pun saya berangsur membaik. Saya merasa lebih dapat meregulasi emosi, berpikir lebih positif dan belajar lebih menyayangi diri (termasuk berdamai dengan masa lalu) sehingga tidak mudah gelisah saat menghadapi masalah.

EAS


Struggling with Eating Disorder and Get Healed!

” I was like Saul before, blind..led by people’s hand to God. Now my eyes are open wide, and can see the truth. I’m worthy and enough. My struggling with eating disorder for 10 years sembuh. Medication from psychiatrist that I took for 7 years is reduced..will keep going till none.”

Berawal dari kondisi saya yang bulimia dan medikasi yang sudah 7 tahun saya minum.

Saya sudah 10 tahun struggling with eating disorder dan OCD, pertama tama anorexia pada saya saya kelas 6 SD lalu orthorexia saat saya 1 SMA lalu bulimia saat saya di bangku kuliah. Saya juga pribadi yang tertutup dan tidak percaya diri juga cenderung kuatiran.

Setelah saya menjalani sandplay therapy dan counseling dengan counselor/therapist saya di Perhati, hidup dan kepribadian saya berubah total. Sampai orang orang bertanya tanya dan pangling terhadap saya. Saya sudah menjadi pribadi yang sangat berbeda dan tidak lagi struggling with eating disorder. Saya lebih percaya diri dan menyayangi diri sendiri. Therapy ini juga memberikan harapan bagi saya yang sudah tidak peduli terhadap hidup untuk kembali memiliki harapan.

Terimakasih banyak Bu Mariana.


Berubah untuk Mengubah

Tidak ada yang terlambat dalam mempelajari sesuatu demi untuk mencapai sesuatu yang baik, kami baru menyadari kalau keluarga yang kami bangun selama ini banyak kekurangan dalam membina anak-anak kami sampai mereka sudah berkeluarga, ketika kami sampai merayakan hari pernikahan kami yang ke-40;

Baru tahu kalau semua pasangan anak-anak kami pun selama ini tidak tahu harus bagaimana menghadapi anak-anak mereka yang sulit diatur, menghadapi sikap orang-tua yang selalu intervensi, disamping hubungan mereka diantara 4 bersaudara pun komunikasi kurang effective karena hanya dengan bahasa emosi;

22/12/2013 kami menemukan Perhati Counseling and Care Center, setelah beberapa kali kami dibimbing oleh professional Counselor Ibu Mariana, baru kami menyadari, rupanya sifat/sikap anak dan cucu kami hari ini semua adalah hasil dari “salah” tingkah dari kami sebagai orang-tua sampai kami sudah menjadi kakek/nenek, berpuluh tahun character kami mempengaruhi pertumbuhan anak-anak kami, sampai sekarang turun kepada cucu-cucu kami rupanya mereka adalah akibat/korban ketidak sempurnaan kami;

Perlu menjadi catatan kami sekarang berumur 77 tahun, dan istri 65 tahun;

24/01/2014, hari ini untuk pertama kali kami berhasil mengantar 2 orang cucu putri kami, beberapa waktu kemudian barulah anak/menantu (papa-mama kedua cucu putri kami) juga sudah mau hadir. Belakangan disusul juga cucu lelaki kami(dari pasangan anak kami yang lain), total semua 3 orang cucu kami sekarang sudah tanpa disuruh, mereka sudah mau hadir sendiri pada jadwal yang sudah ditentukan. Bahkan mereka semua merasakan ada tempat  yang layak mereka datangi sebagai orang luar yang mau peduli, mereka telah “berubah”, kami sebagai kakek/nenek hanya keep-watching and smile…..and happy.


Tumbuh Kembang Anakku Menjadi Sangat Baik

Pada saat anak saya berumur 1.5 tahun anak saya masih belum bisa bicara dan setelah konsul ke beberapa dokter tumbuh kembang anak dan didiagnosa adanya speech delay dan dibutuhkan terapi namun hanya dapat bertahan 1 bulan karena jadwal terapi yang tidak kunjung bisa didapatkan. Bingung harus bagaimana? Saya sebagai orang tua akhirnya berpikir dengan memasukkan ke sekolah saja dengan harapan lancar bicara dan mudah bersosialisasi.

Melihat perkembangan anak saya memang baik tetapi tidak efektif. Akhirnya ada seorang guru sekolah anak saya menawarkan screening di Perhati. Saya bawa anak saya dan hasilnya memang harus terapi speech delay. Berjalan beberapa bulan baru kelihatan hasil yang sangat signifikan baik sekali. Berjalannya waktu, ternyata emosi anak saya meningkat, akhirnya anak saya ikut Playtherapy.

Sambil berjalan beberapa waktu, perubahan tumbuh kembang anak saya sangat baik secara emosional, komunikasi dan bersosialisasi.

Saya sangat senang karena anak saya makin ceria, murah senyum, dapat berkomunikasi dengan baik dan mampu beradaptasi dengan cepat dan memiliki sosialisasi yang sangat baik sekali. Terapi di Perhati membantu dan memudahkan anak saya untuk memiliki tumbuh kembang yang sangat baik sekali, saya sebagai orang tua pun sangat terbantu dengan adanya banyak hal tentang tumbuh kembang anak.

Di perhati, semua psikolog atau terapisnya sangat ramah bahkan kita dapat dengan mudah dan sangat terbantu seputar informasi banyak hal tentang tumbuh kembang anak. Pokoknya terapi di Perhati is the best. Thanks to all person in charge and therapist in Perhati for all the efforts and everything that helps us!


Help My Daughter from OCD

I was desperate when I first met Ms. Mariana and her team in August 2015.
Our 9 year-old daughter suffered from Obsessive Compulsive Disorder. Symptoms started to show in early early July 2015 by her wanting to wash her hands repeatedly. Not understanding the complexity of the problem, we tried to reason with her that her hands were clean. When reasons failed, we forbade her to wash her hands unless absolutely necessary. Being an obedient girl, she tried to comply to our wishes. But, as a compensation, she started rubbing her hands all over her face especially around the mouth and lips areas. We were not able to stop this behavior no matter how hard we reasoned with, begged and cajoled her. Within a short period of time, the conditions escalated quickly from bad to worse. It was heartbreaking to see this beautiful little girl who was normal just one month before behaving like a cat washing its whiskers whenever she was not distracted.
I seek help and tried anything and everything at any cost. Nothing seemed to be working and during those bleak days I was introduced to Ms. Mariana and to sand therapy. Under normal circumstances, I would be skeptical but I was desperate and was willing to try anything that gave a glimmer of hope. All that was asked of me was to trust the process. So, in August 2015 my daughter started sand/play therapy until the present, under the guidance and supervision of Ms Mariana. My husband and I have also gone through sand therapy and counseling in an effort to improve family dynamics which in turn help our daughter’s progress.
My daughter conditions have improved tremendously. She still has the tendency to touch her fingers around the lips and mouth areas whenever she is nervous. But I can see that she has become resilient enough to handle with the issues herself. She has also grown confident as well as independent in behavior and thinking. And during the ups-and-downs of the last two years of therapy and counseling, she has been able to maintain her grades at school.
I do not think anything that I can say or write can express the gratitude in my heart for Ms Mariana and her team, who has generously opened their hearts to help our family surmount the challenges of the last two years. My family and I, would forever in your debt.

Overcome My Trauma & Anxiety

I have been playing sandplay for almost ten months since June 2016. I met Marina the psychotherapist that was recommended by my psychiatrist. Frankly, at the first time I came to PERHATI, I did not really believe that sandplay can help me. Keep questioning, how does it work ? just did not make sense to me at that time. By the time I had it routinely, once a week. What amazes me is how sandplay works in me ! What I cannot express verbally to my parents, even to Mariana and my psychiatrist but the sandplay does it!

I’ve been suffering from insomnia since 2013, it does torture me and I get sick of it. In December 2016 I did not know what was happening, at that time I forgot to consume my anti-depressant and “some” sleeping pill. But, amazingly, I could sleep well at night without feeling nausea in the morning because of not consuming anti-depressant. I always pray and hope that someday, i can be free from these depression and insomnia. I think, this is the answer to my prayer. God used Mariana & my psychiatrist as my helpers. Without God I wouldn’t meet my psychiatrist who has been taking care of me since 2013 and without my psychiatrist I wouldn’t meet Mariana! Beside of praying to God, I must admit that sandplay set me free from medicines that I used to consume. With Mariana’s guidance and psychotherapy make me feel loved and have a courage to face the difficulties.

-RG


Kembali Merasakan Sukacita

Puji syukur kepada Tuhan yg mempertemukan saya dengan ibu Mariana. Saya seorang ibu berusia 50-an. Sebelumnya saya  sering mengalami depresi dan kecemasan yang tidak terkendali. Hal ini membuat saya tidak punya Keinginan melakukan apa-apa, bahkan sering tidak ingin hidup lagi,kegelisahan yang teramat berat sering meliputi jiwa saya. Selalu merasa begitu menderita, dan perasaan takut,kuatir berlebihan dalam menghadapi hidup ini. Semua ini membuat saya berharap jangan terbangun lagi pada setiap malam ketika saya tertidur. Padahal menyadari bahwa tidak boleh hidup seperti itu. Tapi saya tak mampu mengatasinya. Dalam waktu beberapa bulan saya pernah tidak punya keinginan makan,setiap mau makan,saya ingin menangis. Namun harus terpaksa makan agar tidak sakit. Saya juga mengalami susah tidur,sepanjang malam bangun dengan perut yang perih, karena rasa cemas yang berlebihan. Hidup ini penuh dengan kegalauan. Keadaan ini sering berulang-ulang dalam hidup saya,adakalanya tidak kuat lagi menanggungnya.  Sampai terkadang berpikiran untuk mati. Tetapi saya tidak boleh membiarkan diri saya tenggelam seperti itu. Kondisi saya ini tentunya berdampak kepada seisi keluarga saya, karena saya tidak punya semangat sekali untuk mengurus dapur dan lain-lainnya. Kalaupun saya melakukannya, itu saya lakukan dengan terpaksa dan tertekan. Perasaan ini membuat saya merasa setiap pergi keluar, saya takut pulang rumah. Perasaan cemas dan gelisah terus menghantui saya. Setiap mengalami kondisi seperti ini saya dengan sadar pergi konseling. Namun gejala pulih sebentar dan kembali terulang. Akhirnya anak saya via referensi temannya,menganjurkan sy konseling dan terapi “Sand Play” ditempat bu Mariana di daerah Pluit. Jujur saya mengiyakannya kepada anak saya dengan terpaksa karena daerah Pluit adalah daerah yang saya tidak sukai, karena sudah merasa nyaman konseling di tempat tinggal saya sebelumnya. Saya juga merasa tidak familiar dengan konselor yang direfer ini.

Akhirnya dengan berat hati saya bertemu ibu Mariana. Benar dugaan saya, saya tidak begitu suka dan tidak nyaman konseling dengan ibu Mariana pada awalnya. Apalagi saat dianjurkan untuk terapi sandplay. Saya merasa berat sekali dan tidak menyukai ruang sandplay. Beberapa kali saya menangis, saat proses sandplay, dan saya tidak tahu mengapa … padahal hanya bermain. Namun saya bertekad untuk harus sembuh saya mencoba melawan perasaan saya. Dalam proses perjalanan konseling dan terapi akhirnya saya mulai merasa nyaman dengan ibu Mariana dan makin nyaman dengan sandplay therapy.Setelah kira-kira 10 sesi, saya mulai menemukan semangat hidup kembali. Puji Tuhan, sekarang saya bisa merasaka sukacita memenuhi hati dan jiwa saya. Saya dapat melakukan aktifitas sehari-hari saya dengan sukacita seperti menata rumah, merawat pohon-pohon dengan semangat yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Saya mulai dapat merasakan gairah hidup kembali. Kalau dulu saya berharap cepat meninggalkan dunia ini, tetapi sekarang saya ingin hidup seribu tahun lagi. Thx so much to ibu Mariana yang begitu sabar, mensupport saya,hingga saya bisa seperti sekarang ini. Saya ingin membagi pengalaman saya, bahwa terapi dan konseling telah menolong saya melepaskan penderitaan dan kecemasan yang mengganggu fungsi hidup saya.

-FR


It really works for my healing process

“There is a time for everything, and a season for every activity under heaven…Eccl 3:1”

It stated with one of the most unfortunate, frightening, senseless, sorrowful and painful event that happened years ago that left me completely shattered, lost, desperate and angry. However, it was only a year ago and by chance, during a conversation with a Christian friend that I came to PERHATI centre simply for the need to find out more about my personality by taking Personality Test. Nothing about counseling ever cross my mind at all!

I came with my son and we both thought that we would simply take the test and got over with it. To our surprised, by the grace of God and God’s intervention, we were met by one of the brilliant counsellors and there began one of life most challenging, meaningful and enriching experience for both mother and son.

Although I have lived for almost half a century, I’m still a stranger to myself….in fact, there is a lot of things about myself that requires lots of acceptance, understanding, adjusting, learning, practicing and eventually, being before I can be transformed and like a butterfly, becoming a better, healthier and happier complete person.

There is a saying by Buddha : “You are what you think. What you think you become.” Through counseling, I became aware that my wrong perception and views of certain event or person will affect my feelings, which in turn will direct me to act in a way that will caused tension to my physical body. Hence, it is essential for me to pause and react with clear positive view to protect myself and keep the destructive force to spiral. Only then can I free myself from anger, hate, pride and despair.

I’m also privileged to be introduced to “Sand-Play” and be benefited by it. The most obvious benefit is that it helps me to overcome my anxieties and I notice also that lately, I’ve managed to sleep well, learning to become more tolerant, capable of surrendering and letting go by not taking things too seriously and being a perfectionist!

Although “Old habits die hard”, especially in many instances when I’m resorted to the old way of being tempted and be “sweet talked” by the red fallen angel with horns instead of following the wise advice from the white and pure angel on the right, by being aware of my thoughts and feelings, constantly practicing and implementing the technique I’ve learnt from counseling, I believe that some day, “where there’s the will, there’s the way”, a total transformation will take place, and with understanding, patience, perseverance, and the help, support and encouragement from the counsellor, I’m pretty sure that there’ll be more sunshine, accompanied by occasional rainbows, on my road to recovery and slowly but surely, I’ll reach the light at the end of the tunnel with faith, hope and songs in my heart.

-Gracia


Aku lebih sehat & mampu menghadapi realita

Aku…. Seorang single parent. Dengan satu anak laki-laki..berumur 24 tahun…Yang punya banyak sekali masalah.. karena aku tinggal menumpan dengan mama ku seorang OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Baginya semua harus sempurna dan selalu harus bersih dan rapi. Segala sesuatu harus disusun rapi seperti etalase toko. Aku menderita terus di suruh seperti itu.. jiwa ku memberontak. Tapi aku tak berdaya karena aku tinggal serumah dengannya. Jika marah, mama ku suka mengusir ! Sementara aku sedang jobless. Tidak dapat berbuat apa-apa untuk keluar dari rumah mama. Terkadang aku merasa mama ku jahat terhadap aku.
 
Badai lain.. pada thn 2011 aku di vonis mengindap HIV. Ketika itu aku sakit berat. Paru-paru ku ada cairan . Dokter memvonis ku sakit TB dan pnuemonia. Aku marah dengan keadaan .. Kenapa Tuhan memberikan hidup seperti ini…Padahal, aku tidak pernah jahat maupun ada keinginan mencelakakan orang lain. 
 
Hidupku menjadi kacau… ada rasa marah, kecewa, bahkan rasa iri dengan org lain yang hidupnya enak… 
Kemudian saya menjadi  pasien psikiater sejak thn 2011. Ketika pertama datang ke psikiater, bicaraku gagap, dan gemetar. Psikiater memberikan obat penenang yang super berat dosisnya! Suatu kali temanku coba minum obat ku, dan diat tidak bisa bangun dari tidurnya. Bahkan sampai terpaksa membatalkan penerbangan kembali ke Jakarta karena obatku yang ia minum. Demikian beratnya dosis obat tidur saya sejak tahun 2011. 
 
Sebegitu beratnya obat tersebut, sampai suatu kali aku coba untuk semalam tidak minum obat tidur tersebut, keesokan harinya aku seperti orang gila. Rasanya, galau ga karuan, badanku keringat dingin terus, kepala ku berat dan jantungku berdebar kencang. Lebih parah lagi hatiku menjadi gelisah seperti mau gila rasanya. Aku menjadi bergantung obat psikiater.
 
Sampai akhir nya pada suatu hari sepupuku cerita mengenai sandplay therapy.. Mulanya aku sangat tidak percaya.. dengan treatment seperti itu. Tetapi sangkin kepepet banget, karena perasaan saya kacau, galau bahkan takut sekali jika psikiater ku meninggal, kepada siapa aku harus mendapatkan obat. Segala hal saya kuatirkan. Aku marah sekali dengan keadaan dan benci hidup ku.
 
Akhirnya aku datang ke PERHATI counseling center.
Pertama kali aku merasa bisa mengeluarkan isi hati ku. Aku menjalani proses konseling dengan Mariana. Dia orang yang amat sangat baik bagiku, ia mempunyai aura yang mendamaikan hati ku… Kemudian aku diperkenalkan dengan sandplay therapy.

Sedikit demi sedikit.. melalui caring Mariana yang sangat besar bagi ku.. Aku mendapatkan masukan yang bisa aku terima dan butuhkan. Aku juga diperkenalkan dengan komunitas dan teman-teman yang banyak memberikan masukan positif kepada aku. Melalui proses konseling dan terapi serta dukungan teman-teman, aku mulai melihat hidupku kembali dan belajar menerima realita yang ada. 
 
Intinya melalui konseling dan sand therapy, saat ini jiwa aku lebih sehat dan lebih mampu menghadapi realita mama yang masih tetap OCD. 
 
Aku berterima kasih kepada Mariana. Saat ini aku sudah bisa mengatasi masalah-masalah ku dengan baik. Lebih dari itu aku juga berterima kasih kepada Tuhan, saat ini aku bisa melihat diri ku special. Karena aku special, Tuhan mengijinkan aku  mengalami lebih banyak tantangan dibanding orang lain.
 
Saat ini, aku merasa hidupku berubah. Aku tidak tergantung pada obat psikiaterku. Kalaupun obat yang harus aku konsumsi itu berhubungan dengan HIV ku.
Lebih dari itu aku juga terdorong untuk membagikan pengalaman ku kepada teman-teman, bahwa aku banyak tertolong karena sandplay therapy. 
Aku sekarang bisa mencari happiness bagi diriku. Aku juga bisa melakukan hal yang ku sukai seperti melukis dan melakukan usaha kecil-kecilan. 
 
Once again .. Thanks Mariana… Thanks for PERHATI Counseling & Care Center. Thanks for Sandplay Therapy..  Salam!!

Keterbukaan adalah awal pemulihan

Sungguh bahagia saya mempunyai kesempatan untuk membagi pengalaman berharga saya selama di Perhati. Pertemuan dalam sesi konseling telah mengubah hidupku…masalah akan selalu ada…

Namun dengan jiwa yang sehat dan damai sejahtera…saya tidak gentar menghadapi dilemma hidup ini. Bahkan bisa dikatakan bahwa hidup saya saat ini bukan saya yang dulu lagi. Saya telah berubah menjadi karakter baru yang jauh lebih baik dan bahagia. Saya menyadari bahwa kondisi saya seperti saat ini juga banyak terbantu karena therapy sandplay yang diberikan. Dimana saya mengalami pemulihan batin yang terluka (di masa lalu) dan pemulihan pencarian jati diri juga tujuan hidup yang sebenarnya. Hidup saya saat ini lebih terarah dan lebih bahagia. Saya menjadi pribadi yang menyenangkan, lebih bahagia dan penuh kasih. Last but not least.. salah satu hal yang paling saya syukuri adalah saya bisa menemukan Perhati dan bertemu kakak konseling saya. It’s really a big change and meaningful in my life. Saya berharap anda semua bisa merasakan pengalaman luar biasa seperti yang saya alami…

“Keterbukaan adalah awal dari pemulihan, dan bertemu orang yang tepat adalah anugerah.”

-JY


Lebih mampu mengontrol diri

Pertama saya mengetahuinya ketika saya menginjak remaja, dan saya yang tadinya sangat supel di sekolah dan periang, suatu kali jadi berubah karakter, mudah depresi. Lalu ke psikiater dan dokter bilang saya kena bipolar disorder atau mood disorder, dan kalau saya browsing di internet ternyata harus minum obat untuk seumur hidup. Ada fase manic (senang berlebihan), fase depresi (sedih berlebihan) . Saya sulit untuk mengontrol mood atau perasaan saya.

Setiap kali saya sharing dengan teman-teman, mereka tidak mengerti kondisi saya. Oleh sebab itu sejak saya terkena penyakit ini, saya jadi rendah diri (minder), apalagi kalau saya sudah manic, yang saya lakukan hanya marah-marah, emosi tidak terkontrol, saya mulai menyalahkan orang tua dan menjadi anak yang kurang ajar. Padahal kalau saya sedang stabil saya bukan anak yang seperti itu.

Setelah bergelut dengan mood disorder untuk belasan tahun, sekarang kondisi saya meskipun mood terkadang masih up and down, saya tidak kecil hati, karena setelah 1 setengah tahun belakangan ini saya menjalani proses konseling dan terapi sandplay di Perhati. Saya jadi menemukan banyak jalan keluar… Kalau dulu saya tidak mau minum obat mood stabilizer, sekarang saya rajin, karena saya percaya kalo obat juga membantu proses kesembuhan.

Sejak konseling saya jadi lebih bisa bersyukur akan kelebihan-kelebihan yang saya punya ditengah-tengah kekurangan yang saya miliki , dimana saya merasakan tidak sendiri, saya punya support system yang baik seperti Tuhan, keluarga, dan sahabat, juga Perhati. Selain itu sekarang saya makin peka kapan dan seperti apa gejala yang menyertai sebelum munculnya manic. Hal ini membuat saya lebih mampu mengontrol diri jika mood sedang swing. Saat ini saya merasa lebih mampu untuk relaks dalam menjalani hidup, meskipun masih terus harus belajar. Dari semua itu, saya makin menyadari bahwa saya berharga di mata Tuhan dan saya punya pengharapan, dan oleh karenanya saya lebih mampu untuk bergerak maju.

Terima kasih Perhati Counseling & Care Center.

-Abigail


Klinik PERHATI © 2017. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang