Psikoterapi

Psikoterapi, sama dengan konseling merupakan salah satu jenis intervensi psikologi yang dapat membantu meningkatkan mental well-being individu.

Perbedaan psikoterapi dengan konseling, salah satunya adalah psikoterapi biasanya merupakan proses yang lebih mendalam dan berjangka panjang untuk mengatasi isu yang lebih kronis. Sedangkan, konseling merupakan proses yang berjangka waktu lebih pendek dan berfokus pada masalah yang dihadapi saat ini.

Konseling dan psikoterapi merupakan sebuah satu kesatuan yang sama pentingnya dalam proses pemulihan.

Jungian Sandplay Therapy

Salah satu metode psikoterapi non-verbal yang digagas oleh Carl G. Jung dan dikembangkan oleh Dora Kalff, seorang psikoterapis asal Swiss. Terapi ini melibatkan penggunaan pasir, miniatur, dan figur-figur dalam sebuah wadah berpasir yang disebut sand tray. Klien diminta untuk secara intuitif memilih dan mengatur figur-figur tersebut ke dalam sand tray, menciptakan sebuah dunia visual yang mewakili perasaan, konflik, dan pengalaman mereka. Dalam Jungian Sandplay Therapy, pasir dan figur-figur dianggap sebagai media ekspresif yang dapat membantu klien mengakses dan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman yang tidak terucapkan secara verbal. Proses ini memberikan kesempatan bagi klien untuk menggali bawah sadarnya, mengeksplorasi konflik internal, mencari makna, dan membangun pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri.

Dalam mengaplikasikan terapi ini, terapis memberikan ruang yang aman dan mendukung bagi klien untuk bebas bereksplorasi dengan sand tray. Terapis biasanya tidak memberikan interpretasi langsung, tetapi mengamati dan menggali makna bersama klien saat mereka menjelajahi dunia Sandplay yang mereka ciptakan. 

Kasus yang dapat ditangani dengan Jungian Sandplay Therapy, berupa:

  • Berbagai kasus gangguan mental seperti depresi, kecemasan, Eating Disorder, Obsessive-Compulsive Disorder, dan lain-lain
  • Trauma dan/atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
  • Konflik Internal
  • Masalah Attachment
  • Masalah Kepribadian
  • Masalah Interpersonal
  • Pengembangan Diri

Bagaimana Jungian Sandplay Therapy dilakukan?
Sebelum melakukan Sandplay Therapy, klien akan dijadwalkan untuk sesi konseling bersama konselor dan/atau psikolog untuk mengetahui keluhan atau permasalahan klien dan mendiskusikan tujuan (goal) treatment. Sesi Sandplay Therapy dapat dipadukan dengan proses konseling yang akan berlangsung selama 45 menit setiap kedatangan. Individu dianjurkan untuk melakukan terapi Sandplay secara rutin, disesuaikan dengan saran dari psikoterapis/ konselor agar proses pemulihan dapat berjalan secara efektif.

Play & Creative Arts Therapy

Play Therapy adalah suatu pendekatan terapeutik yang menggunakan permainan dan aktivitas bermain sebagai sarana utama untuk membantu anak-anak dalam mengungkapkan dan memahami perasaan mereka. Terapis menggunakan berbagai jenis mainan dan permainan untuk membangun hubungan dengan anak, memfasilitasi komunikasi, dan membantu mereka mengatasi masalah atau kesulitan emosional. Manfaatnya meliputi pemahaman diri yang lebih baik, pengembangan keterampilan sosial, dan pemecahan masalah.

Creative Arts Therapy melibatkan penggunaan seni kreatif, seperti lukisan, menggambar, atau membuat karya seni lainnya, sebagai sarana untuk ekspresi dan pemahaman diri. Terapis seni kreatif bekerja sama dengan klien untuk menggunakan seni sebagai alat untuk mengatasi konflik, mengelola stres, dan mengungkapkan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Manfaatnya termasuk pemahaman diri yang lebih dalam, peningkatan kreativitas, dan pelepasan emosi.

Bagaimana Play & Creative Arts Therapy dilakukan?

Dalam Play & Creative Arts Therapy, terapis menciptakan lingkungan yang mendukung ekspresi kreatif. Klien diberikan kebebasan untuk bermain atau membuat karya seni sesuai preferensi mereka. Terapis memandu proses, mengajukan pertanyaan, dan mendukung refleksi. Play & Creative Arts Therapy bisa diterapkan baik dalam sesi terapi individu maupun kelompok, tergantung pada kebutuhan klien. Dalam kelompok, dapat meningkatkan interaksi sosial dan mendukung pengalaman bersama. Play & Creative Arts Therapy sering diintegrasikan dengan pendekatan terapeutik lain, seperti kognitif, behavioral, atau psikodinamik, sesuai dengan kebutuhan spesifik klien.

Permasalahan yang dapat ditangani dengan Play & Creative Arts Therapy

Play & Creative Arts Therapy efektif bagi anak-anak usia dini, yaitu 4 tahun hingga usia remaja.
Permasalahan yang dapat ditangani dengan Play & Creative Arts Therapy berupa:

  • Permasalahan emosi: sering marah, sering merasa sedih, kecemasan, tidak percaya diri, dan lain-lain
  • Permasalahan perilaku, misalnya anak sering menunjukkan perilaku agresif
  • Permasalahan trauma, misalnya kedukaan, perpisahan atau perceraian orang tua, serta korban bullying.
  • Permasalahan klinis seperti gangguan kecemasan, depresi, gangguan makan.
Brainspotting Therapy

Pendekatan terapeutik yang dikembangkan oleh David Grand, Ph.D untuk membantu individu mengatasi trauma, stres, dan masalah emosional lainnya. Pendekatan ini berfokus pada identifikasi dan pengolahan brainspots atau titik-titik dalam penglihatan visual di mana seseorang mengalami aktivasi emosional dan mendalam.

Brainspotting membantu individu memproses pengalaman trauma dengan lebih efektif, tanpa harus mengulanginya secara mendalam, serta dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan dengan mengidentifikasi dan mengatasi titik-titik kritis yang terkait. Brainspotting juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan emosional dan mental melalui pemahaman dan pengelolaan respons emosional.

Bagaimana proses Brainspotting Therapy dilakukan?

Terapis bekerja sama dengan klien untuk menemukan titik-titik dalam bidang pandang yang terkait dengan pengalaman trauma atau emosi tertentu. Terapis kemudian menggunakan stimulasi bilateral, seperti gerakan mata atau tangan, untuk membantu klien fokus pada titik-titik tersebut dan memproses emosi terkait.

Permasalahan yang dapat ditangani dengan Brainspotting Therapy

  • Trauma
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Pengembangan diri dan performa optimal
Cognitive Behavior Therapy (CBT)

CBT adalah pendekatan terapeutik yang berfokus pada hubungan antara pikiran (kognisi), perasaan (emosi), dan perilaku. Tujuan utama CBT adalah membantu individu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir atau sikap yang tidak sehat, sehingga dapat mencapai perubahan positif dalam perasaan dan perilaku.

Permasalahan yang dapat ditangani dengan CBT, berupa:

  • Gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Gangguan makan
  • Gejala stres pasca trauma (PTSD)
  • Gangguan tidur
  • Dll
Choice Theory Reality Therapy

Choice Theory Reality Therapy (CTRT) adalah pendekatan terapeutik yang dikembangkan oleh William Glasser. Pendekatan ini menekankan pada pemahaman bahwa individu memiliki kontrol penuh terhadap pilihan mereka dalam hidup. Terapis bekerja sama dengan klien untuk membantu mereka memahami dan mengubah pilihan-pilihan yang mendasari perilaku mereka agar sesuai dengan tujuan hidup yang lebih memuaskan.

Manfaat CTRT:

  • Mendorong individu untuk merasa berdaya dan memiliki kendali atas pilihan hidup mereka.
  • Memperkuat konsep tanggung jawab pribadi, memotivasi individu untuk mengambil alih dan bertanggung jawab atas pilihan dan tindakan mereka.
  • Menghasilkan perubahan perilaku positif dengan fokus pada pemahaman dan pengelolaan pilihan individu.
  • Membantu individu memahami realitas hidup mereka, meningkatkan kesadaran terhadap konsekuensi pilihan, dan memotivasi perubahan positif.
  • Membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain melalui komunikasi yang jujur, terbuka, dan penuh tanggung jawab.

Permasalahan yang dapat ditangani dengan CTRT:

  • Masalah hubungan: konflik keluarga, masalah pasangan, atau kesulitan berinteraksi dengan orang lain.
  • Gangguan kecemasan dan depresi: mengatasi perasaan cemas dan depresi melalui perubahan pola pikir dan pilihan perilaku.
  • Krisis identitas & tujuan hidup
  • Masalah perilaku atau ketergantungan (kecanduan)
Integrative Approach Therapy

Pendekatan terapeutik yang menggabungkan elemen-elemen dari berbagai pendekatan terapi untuk menciptakan pendekatan yang unik dan disesuaikan dengan kebutuhan klien. Terapis yang menganut pendekatan ini mengintegrasikan teknik-teknik dari berbagai model terapi, seperti psikoanalisis, kognitif, perilaku, humanistik, atau eksistensial.

Perhati merupakan pusat konseling dan klinik tumbuh kembang anak yang bertujuan untuk membantu pertumbuh-kembang manusia yang sehat fisik, mental dan spiritual.

Your health is our almost concern.

Jam Operasional

Senin – Sabtu 09.00 – 18.00 WIB
Minggu & Libur Nasional TUTUP

Kontak

Klinik PERHATI © 2023 | All Rights Reserved | Powered by MBD                                                                                                                                                                                    Terms & Conditions